Program Untuk Anak-anak yang Mengungsi di Muntilan karena Letusan Merapi

Program For Children Displaced in Muntilan because Merapi Eruption
(English version below)

Salam

Gunung Merapi yang meletus pada tanggal 26 Oktober 2010 yang lalu,
masih mengeluarkan awan panas hingga saat ini dengan aktivitas
naik-turun dan tidak dapat diprediksi. Radius aman pun ditetapkan 20
kilometer dari puncak Merapi. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya
jumlah pengungsi yang tersebar di beberapa titik di daerah Yogyakarta,
Sleman, Klaten, Boyolali, Muntilan, Magelang. Di antara beberapa
daerah tersebut, Muntilan dan Magelang adalah daerah yang berdampak
paling parah dibandingkan daerah yang lainnya. Angin yang seringkali
bertiup ke arah barat membawa abu vulkanik dari letusan merapi dan
menyebabkan hujan abu yang berkepanjangan di daerah Muntilan dan
Magelang.

Pada tanggal 11 November 2010, beberapa orang dari Taring Padi
mendatangi 3 (tiga) tempat pengungsian yang ada di Muntilan. Tidak
seperti di beberapa tempat pengungsian yang ada di Yogyakarta yang
sudah kami datangi sebelumnya, di mana ada posko-posko mandiri khusus
anak yang diadakan oleh lembaga atau komunitas independen, di 3 (tiga)
tempat pengungsian ini yaitu SMK Pengudi Luhur Muntilan yang ditempati
oleh kurang lebih 1.100 orang, termasuk sekitar 150 anak; desa Kauman
dengan jumlah pengungsi sekitar 300 orang dan sekitar 50 anak; dan
Pondok Pesantren Pabelan dengan jumlah pengungsi sekitar 200 orang dan
sekitar 30 anak, belum memiliki posko khusus yang memperhatikan
anak-anak. Berdasarkan hal tersebut, Taring Padi berinisiatif untuk
membuat posko dengan perhatian khusus kepada anak-anak di ketiga
tempat ini. Program yang akan dilakukan lebih bersifat trauma healing
kepada kelompok anak dengan jenis kegiatan seperti menggambar,
bernyanyi, dan bermain bersama. Program ini bertujuan untuk mengajak
anak-anak bergembira dan belajar bersama dan perlahan melupakan
kesusahan dan kesedihan yang mereka alami karena harus mengungsi dari
rumah mereka akibat dari meletusnya gunung Merapi, serta mengajak
mereka untuk mengerti bahwa bencana yang sedang terjadi ini merupakan
bagian dari proses alam yang terjadi di luar kendali manusia dan harus
diterima dengan kesabaran dan berlapang dada.

Program ini akan dilaksanakan 3 (tiga) kali seminggu selama 2 (dua)
bulan dengan durasi waktu 2-3 jam/pertemuan, pukul 14.00-17.00 WIB dan
jika diperlukan, akan dilanjutkan pada bulan berikutnya. Untuk teknis
pelaksanaan program, 15 (lima belas) orang dari anggota Taring Padi
akan membagi diri dalam 3 (tiga) kelompok dan fokus pada kelompok
masing-masing (SMK Pangudi Luhur Muntilan, Pondok Pesantren Pabelan
Muntilan, desa Kauman, Muntilan).

Untuk pelaksanaan program ini, kami membutuhkan dana untuk pembiayaan
operasional, seperti biaya membeli pensil warna, crayon, buku gambar,
kertas, dan lain-lain, biaya transportasi
Yogyakarta-Muntilan-Yogyakarta; serta biaya konsumsi. Dana yang kami
miliki saat ini adalah sebesar Rp 2.000.000 yang diperoleh dari kas
Taring Padi, namun dana ini hanya mencukupi kebutuhan 1 – 2 minggu
sehingga kami masih membutuhkan tambahan dana untuk terlaksananya
program ini. Sehubungan dengan itu, maka kami memohon partisipasi
bapak/ibu, saudara-saudari untuk mendukung program kami melalui
dukungan dana atau pun logistik. Jika bapak/ibu, saudara-saudari
berkeinginan untuk mendukung program ini dengan memberikan bantuan
dana, dana dapat dikirimkan melalui rekening:

- Atas Nama Luz Ratri Swenantari

No. Rekening: 0350 868 330

BCA Cabang Thamrin Jakarta Pusat

- Atas Nama Deni Pancatriatna

BSB: 112-879

No. Rekening: 428 729 847

St. George Bank Sydney

Sedangkan bantuan logistik dapat diantarkan langsung ke
SURVIVE!garage, Jalan Bugisan No. 11, Bantul atau dapat kami jemput ke
tempat bapak/ibu, saudara-saudari dengan menghubungi saudara Bayu
Widodo pada nomor +6281578175804 atau Wibby pada nomor +6287838298879.

Demikian informasi dan permohonan kami. Kami mengucapkan terima kasih
yang mendalam atas perhatian, partisipasi, dan dukungan bapak/ibu,
saudara-saudari.

Salam.

Dear friends,

Mt. Merapi, which began erupting on October 26, 2010, continues to
expel heat clouds at unpredictable intervals, while the safe zone
remains at 20 kilometres from the mouth of the volcano. This has
caused increasing numbers of refugees to stay in the evacuation camps,
the largest of which are in Yogyakarta, Sleman, Klaten, Boyolali,
Muntilan and Magelang. From amongst these camps it is the areas of
Muntilan and Magelang that have been most seriously affected compared
to other areas. The wind that often blows to the west brings volcanic
ash from Merapi’s eruptions, causing it to fall like rain, for long
periods of time, in the Muntilan and Magelang area.

On November 11, 2010 various people from Taring Padi visited three
evacuation camps in Muntilan. Unlike the camps Taring Padi had
already visited in Yogyakarta, where independent posts especially for
children had already been established by other foundations or
independent community groups, the three camps we visited did not yet
have a post especially to take care of children. From this basis,
Taring Padi made the initiative to create a post that caters for the
needs of children in these camps. The three camps are;

· SMK Pengudi Luhur Muntilan with around 1100 people, including
about 150 children

· Kauman village with around 300 people and 50 children

· Pondok Pesantren Pabelan with around 200 people and 30 children

The programs that we will carry out can be better characterised as
“trauma healing” for children, by way of group activities like
drawing, singing and playing together.This program will aim to invite
children to have fun and learn together, and to slowly forget the
difficulties and sadness that they have experiences by leaving their
homes due to the volcano’s eruptions. We will also encourage them to
understand that the disasters that often occur are a part of the
earths natural processes, which are outside the control of humans and
which must be accepted calmly and with patience.

Our program will take place three times a week for 2 months, running
for 2 to 3 hours per visit from 2pm to 5pm, and if required we will
continue the program for a third month. As program facilitators, 15
members of Taring Padi will divide into 3 groups and each group will
focus on one of the camps.

To carry out these programs we need funds to help us pay for
operational requirements such as drawing materials, coloured pencils,
crayons, sketch books, paper etc; transport costs from Yogyakarta to
Muntilan and return; also for catering requirements. The funds we
currently have to use, which have been provided from Taring Padi’s own
account, amount to Rp. 2,000,000. Although these funds will cover our
needs for one to two weeks of the program, we will require additional
funds to carry out the program as planned.

Hence we would therefore like to ask for your participation, for your
families and friends to support this program by way of either
financial or logistical donations.

If you or your family wish to support this program financially, please
offer a donation in cash directly to the following bank account:

Account name: Luz Ratri Swenantari

Account number: 0350 868 330

BCA Thamrin Jakarta Pusat

For friends who are currently not in Indonesia though still wish to
support this program, you can transfer your donation directly to the
following Australian bank account:

Account name: Deni Pancatriatna

BSB: 112-879

Account number: 428 729 847

St. George Bank Sydney

(Please write ‘merapi’ as the description of the transfer so that we
can recognise your donation.)

Logistical donations are currently being received at SURVIVE!garage,
Jalan Bugisan No. 11, Bantul or to arrange pick up of your donation
from your house please contact Bayu Widodo on +6281578175804 or Wibby
on +6287838298879.

With this information and our requests for assistance we sincerely
thank you for your concern, participation and support.

Best Regards

No Comments

Leave a Reply